Rabu, 29 Juni 2016

PENGANTAR GEOFISIKA “Bumi”

Tugas 2
PENGANTAR GEOFISIKA

“Bumi”
OLEH:
Nama  : Ibrahim Adhyatma Ismail
Nim     : 60400114024

DEPARTEMEN FISIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
ALAUDDIN MAKASSAR
2016

KATA PENGANTAR

Segala  puji  hanya  milik  Allah SWT.  Shalawat  dan  salam  selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW.  Berkat  limpahan  dan rahmat-Nya penyusun  mampu  menyelesaikan  tugas  makalah ini guna memenuhi tugas  mata kuliah Agama Islam.
Fisika  sebagai  ilmu pengetahuan alam  dalam  kehidupan  umat  manusia  dapat  dikaji  melalui  berbagai  sudut  pandang.  Fisika  sebagai  ilmu  yang  telah  berkembang  selama  empat  belas  abad  lebih  menyimpan  banyak  masalah  yang  perlu  diteliti,  baik  itu  menyangkut  ajaran  dan  pemikiran  keilmuan  maupun  realitas  sosial,  politik,  ekonomi  dan  budaya.
Dalam penyusunan tugas atau materi ini, tidak sedikit hambatan yang penulis hadapi. Namun penulis menyadari bahwa kelancaran dalam penyusunan materi ini tidak lain berkat bantuan, dorongan, dan bimbingan orang tua, sehingga kendala-kendala yang penulis hadapi teratasi.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang kebumian, yang saya sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber informasi, referensi, dan berita. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Allah akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas dan menjadi sumbangan pemikiran kepada pembaca khususnya para mahasiswa Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Saya sadar bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Untuk itu,  kepada  dosen  pembimbing  saya  meminta  masukannya  demi  perbaikan  pembuatan  makalah  saya  di  masa  yang  akan  datang dan mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca.

Samata-Gowa, 4April 2016



                       Penyusun

DAFTAR ISI

Kata pengantar ........................................................................................       i
Daftar isi .................................................................................................       ii
Materi Bumi
A.    Bumi .....................................................................................        1
B.     Inge Lehmann .......................................................................        4         
C.     Langitpun Bulat .....................................................................       6
D.    Suhu Bumi ............................................................................        7
Daftar pustaka ........................................................................................        9

A.     Bumi
Kalau menurut orang awam, bumi itu bulat yang berputar menurut porosnya atau rotasi dan mengelilingin matahari atau revolusi yang dihuni oleh makhluk hidup. Ternyata penjelesan dan fakta bumi tidak hanya itu saja. Bumi terdiri dari daratan (yang berupa pulau, lembah, gunung, bukit, pedataran, benua), dan lautan (yang berupa palung, tanjung, teluk, laut, samudera, pegunungan bawah laut). Pucak paling tinggi di bumi itu berada di Mount Everest, Pegunungan Himalaya dimana mencapai 8.850 m di atas permukaan laut.Sedangkan titik terendah di bumi itu berada di Palung Mariana dimana mencapai 11.033 m di bawah permukaan laut. Itu lah penjabaran titik tertinggi dan terendah di bumi.

Apa saja komposisi isi perut bumi? Berdasarkan H. Jeffrey dan K. E. Bullen (1932-1942) yang melakukan penyelidikan informasi seismologi, struktur dalam bumi dapat dibedakan secara komposisi dan rheologi. Penyelidikan ini mengacu pada penyelidikan E. Wiechert (1890) yang menggunakan cepat rambat gelombang P dan S, yang dapat mendefinisikan pembagian bentuk dalam (lapisan-lapisan) dari interior bumi. Wah jaman dahulu kala sudah canggih ya. Hebat sekali Sejarah Perkembangan Ilmu Geologi.
·         Inti bumi (Core) yang terletak dipusat bumi. Inilah titik pusat bumi, titik tengahnya. Inti bumi ini memiliki tebal kedalaman dari 2.883 km sampai ke pusat bumi (6371 km), memiliki densitas yang berkisar dari 9,5 gr/cc di dekat mantel dan membesar ke arah pusat hingga 14,5 gr/cc. Campuran yang dimiliki oleh inti bumi dapat diperkirakan dari unsur-unsur yang memiliki densitas besar seperti nikel (Ni) dan besi (Fe) atau sering disebut sebagai lapisan NiFe. Inti bumi dibagi menjadi dua yaitu inti dalam dan inti luar. Kedua bagian ini dipisahkan olehLehman Discontinuity.

·         Inti dalam (Inner Core) yang memiliki kedalaman 5.140-6.371 km dan berfasa padat, berat, serta sangat panas
·         Inti luar (outer core) yang memiliki kedalaman 2.883-5.140 km dan berfasa cair serta sangat panas. 
·         Mantel (Mantle) merupakan lapisan yang menyelubungi inti bumi. Mantel dan inti bumi dibatasi oleh Gutenberg Discontinuity. Mantel ini memiliki komposisi magnesium yang banyak (Mg) dan merupakan bagian terbesar dari bumi dengan 82,3% dari volume total bumi dan 67,8% dari massa total bumi. Wah setelah dipikir pikir besar juga ya bagian mantel bumi ini. Mantel bumi memiliki ketebalan 2.883 km dengan densitas sekitar 5,7 gr/cc di dekat inti dan 3,3 gr/cc di dekat kerak bumi. Mantel bumi dibagi menjadi dua yaitu mantel atas, dan mantel bawah. Mantel atas memiliki sifat plastis sampai semiplastis dan memiliki kedalaman 400 km. Mantel atas bagian atas merupakan alas dari kerak samudera yang bersifat padat, dimana mantel atas bagian atas ini bersama kerak bumi membentuk satu kesatuan yang bernama Lithosfer. Sedangkan mantel baigan bawah yang bersifat plastis dan semi plastis disebut Asthenosfer.
·         Kerak bumi (Crust) merupakan bagian terluar dari lapisan bumi. Bagian ini lah yang sering kita injak dan duduki. Jangan disamakan dengan kerak telur ya. Wah jadi lapar saya. Kerak bumi ini memiliki ketebalan 5-80 km. Ketebalannya tidak merata yang menimbulkan perbedaan elevasi antara kerak benua dan kerak samudera. Pada daerah benua memiliki kerak dengan ketebalan > 50 km, sedangkan pada daerah samudera memiliki kerak dengan ketebalan < 5 km. Kerak dan mantel bumi dibatasi olehMohorovicic Discontinuity. Kerak bumi memiliki densitas rata-rata 2,7 gr/cc. Kerak bumi merupakan padatan yang relatif dingin, rapuh, dan kaku dengan memiliki massa jenis yang lebih rendah, sehingga dapat terlihat kerak bumi mengapung di atas mantel. Kerak bumi dibagi menjadi dua jenis yaitu:
·         Kerak Benua yang terdiri dari batuan granitik dan tersusun oleh mineral yang kaya akan silika (Si) dan alumunium (Al), atau dapat disebut SiAl. Aduh saya SiAl. Hehe. Kerak benua ini memiliki ketebalan rata-rata 45 km berkisar antara 30-50 km dengan berat jenis rata-rata berkisar 2,85 gr/cc.
·         Kerak Samudera yang terdiri dari batuan basaltik dan tersusun oleh mineral yang kaya akan silika (Si), besi (Fe), dan magnesium (Mg), atau dapat disebut SiMa. Kerak samudera ini memiliki ketebalan sekitar 7 km dengan berat jenis rata-rata 3 gr/cc.
Bentuk muka bumi yang berada di permukan pada saat ini, merupakan akibat apa yang terjadi di masa lampau. Merupakan salah satu teori dari Sejarah Perkembangan Ilmu Geologi

Komposisi isi perut bumi berdasarkan kajian rheologi:

·         Mesosfir merupakan lapisan padat yang berada di dalam mantel dan memiliki kekuatan yang relatif tinggi. Lapisan ini berada diantara batas inti dan mantel lebih tepatnya pada kedalaman 2.883 km hingga kedalaman sekitar 350 km.
·         Astenosfir merupakan lapisan mantel bagian atas yang memiliki kedalaman antara 350 km - 100 km dari permukaan bumi. Lapisan ini memiliki sifat plastis.
·         Litosfir merupakan lapisan yang berada di atas astenosfir dan memiliki lapisan setebal 100 km dari permukaan bumi. Lapisan ini memiliki batuan yang dingin, lebih kuat dan lebih kaku.
·         Sekarang sudah jelas kan mengenai Penjelasan Komposisi Isi Perut Bumi? Sekarang kita lebih paham mengenai bumi rumah kita sendiri. Tentunya kita harus menjaga keseimbangan yang ada di bumi ini. Agar bumi kita tetap asri dan letari hingga anak cucu cicit buyut kita nanti. Berikutnya saya akan menjelaskan mengenai teori tektonik lempeng.

A.       Inge Lehmann
Inge Lehmann adalah seorang ilmuwan asal Denmark. Ia menemukan lapisan-lapisan yang terdapat di bumi. Menurutnya, bumi tidak hanya terdiri terdiri dari satu lapis, tapi masih ada beberapa lapisan lagi. Nah, kali ini Bintang.com bakal membahas lapisan-lapisan bumi yang berhasil ditemukan Inge Lehmann.
1.      Kerak Bumi
Kerak bumi merupakan lapisan terluar dari bumi. Ibaratnya, kerak bumi adalah kulit. Tebalnya mencapai 70 kilometer yang terdiri dari bebatuan. Lapisan ini ditinggali oleh makhluk hidup. Diketahui, suhu di bagian bawah kerak bumi  >1.000  derajat celcius.


1.      Selubung Mantel
Nah, kalau selubung mantel adalah lapisan pertama yang berada pas di bawah kerak bumi. Lapisannya mencapai 2.900 kilometer dengan suhu sekitar 3.000 derajat celcius.

1.      Inti Bumi
Inti bumi adalah bagian terdalam dari bumi. Coba deh lihat gambar di atas, yang warna putih itu adalah inti bumi. Isinya material cair, dengan susunan logam besi (90%), nikel (8%), dan 2% bahan lainnya. Tebal lapisan luarnya sekitar 2.000 kilometer yang terdiri dari besi cair dengan suhu sekitar 2.000 derajat celcius. Di dalamnya terdapat bola dengan diameter sekitar 2.700 km. Inti dalam ini terdiri dari nikel dan besi yang suhunya mencapai 4.500 derajat celsius.


A.      LANGITPUN BULAT
Adapun mengenai keberadaan bahwa langit itu bulat, maka ini pun sesuatu yang telah disepakati oleh para ulama Islam. Berkata Imam Ibnu Katsir : Imam Ibnu Hazm, Ibnul Munadi dan Ibnu Jauzi serta para ulama lainnya telah menukil adanya ijma bahwa langit itu bulat [Lihat Al-bidayah wan Nihayah 1/69 tahqiq DR Abdullah At-Turki, lihat juga Al-Fishal 1/97-100]

Dan ini pula yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah : Telah kami jelaskan bahwa langit itu bulat menurut para ulama dari kalangan sahabat dan tabiain, bahkan tidak hanya satu orang ulama yang mana mereka adalah orang paling mengetahui tentang riwayat menyatakan bahwa langit itu bulat, seperti Abul Husain bin Munadi, Ibnu Hazm dan Ibnul Jauzi [Majmu Fatawa 25/195]

Dalil mengenai masalah ini sangat banyak, di antaranya adalah firman Allah Artinya : Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya [Yasin [36] : 40] Berkata Hasan Al-Bashri bahwa maksudnya adalah berputar, berkata Ibnu Abbas : Berputar pada falak seperti falkah mighzal Falkah mighzal adalah kayu berbentuk bulat yang digunakan untuk menenun kain. Juga firman Allah. Artinya : Dan Kami jadikan langit itu sebagai atap yang terjaga [Al-Anbiya : [21] : 32]

Keberadaan langit sebagai atap bumi, sedangkan bumi itu bulat maka langit pun bulat. Berkata Syaikhul Islam ibnu Taimiyah : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhabarkan bhawa Arsy itu seperti kubah, dan ini adalah sebuay isyarat bahwa langit itu bulat”. Kemudian setelah ini, pahamilah wahai saudaraku, bahwa bumi kita ini adalah pusat alam semesta. Dia berada persis di tengah-tengah lingkaran langit. Hal ini adalah sesuatu yang disepakati oleh para ulama sebagaimana dinukil oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam beberapa tempat dalam Majmu Fatawa beliau. Beliau berkata : “Bahwasanya bumi terletak di tengah bulatan langit. Yang menunjukkan hal ini adalah bahwasanya semua benda langit itu terlihat dari bumi di segala penjuru langit dalam jarak yang sama, ini semua menunjukkan bahwa jauhnya antara bumi dan langit itu sama dari segala sisi, dan ini dengan tegas menunjukkan bahwa bumi itu terletak persis di tengah-tengah” [Lihat Majmu Fatawa 25/195]

Ilmuan Eropa, Galileo Galilei (1546-1642) mengatakan dengan tegas bahwa bumi berbentuk bulat. Pernyataannya ini oleh otoritas Gereja dianggap  menyimpang sehingga dia harus dihadapkan pada hukuman mati.

B.     Suhu Bumi
Panas dalam Bumi berasal dari perpaduan antara panas endapan dari akresi planet (sekitar 20%) dan panas yang dihasilkan oleh peluruhan radioaktif (80%). Isotoppenghasil panas utama Bumi adalah kalium-40uranium-238uranium-235, dan torium-232. Di pusat Bumi, suhu bisa mencapai 6,000 °C (10,830 °F), dan tekanannya mencapai 360 GPa. Karena sebagian besar panas Bumi dihasilkan oleh peluruhan radioaktif, para ilmuwan percaya bahwa pada awal sejarah Bumi, sebelum isotop dengan usia pendek terkuras habis, produksi panas Bumi yang dihasilkan jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan saat ini. Panas yang dihasilkan pada masa itu diperkirakan dua kali lebih besar daripada saat ini, kira-kira 3 miliar tahun yang lalu, dan hal tersebut akan meningkatkan gradien suhu di dalam Bumi, meningkatkan tingkat konveksi mantel dan tektonik lempeng, serta memungkinkan pembentukan batuan beku seperti komatiites, yang tidak bisa terbentuk pada masa kini.
Rata-rata pelepasan panas Bumi adalah 87 mW m−2, dan 4.42 × 1013 W untuk panas global. Sebagian energi panas di dalam inti Bumi diangkut menuju kerak oleh bulu mantel; bentuk konveksi yang terdiri dari batuan bersuhu tinggi yang mengalir ke atas. Bulu mantel ini mampu menghasilkan bintik panas dan basal banjir. Panas Bumi yang selebihnya dilepaskan melalui lempeng tektonik oleh mantel yang terhubung dengan punggung tengah samudra. Pelepasan panas terakhir dilakukan melalui konduksi litosfer, yang umumnya terjadi di samudra karena kerak di sana jauh lebih tipis jika dibandingkan dengan kerak benua.
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kebenaran pernyataan Galileo tersebut pun semakin jelas. Belakangan, tak sedikit orang yang beranggapan bahwa dialah orang pertama yang menemukan teori bulatnya bumi.
                  Fisika ialah ilmu yang mempelajari tentang alam dimana dalam cabang pembelajarannya kita membahas tentang bumi dalam bidang ilmu geofisika. Tuhan telah menciptakan bumi dalam berbagai tahap dan menyempurnakannya seperti yang dirasakan sekarang ini dan semua yang telah (dia) ciptakan terukir dalam kitab sucinya seperti yang terlampir pada QS. Al-A’raf Ayat 54 yang berbunyi :

Terjemahnya :


­DAFTAR PUSTAKA


www://Wikipedia.com/Bumi





PENGANTAR GEOLOGI “GEOFISIKA”

TUGAS 1
PENGANTAR GEOLOGI

“GEOFISIKA”
OLEH :
Nama          : Ibrahim Adhyatma Ismail
Nim             : 60400114024

DEPARTEMEN FISIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
ALAUDDIN MAKASSAR
2016

A.    GEOFISIKA
Geofisika adalah bagian dari ilmu bumi yang mempelajari  bumi  menggunakan kaidah atau prinsip-prinsip fisika. Di dalamnya termasuk juga meteorologi, elektrisitas atmosferis dan fisika ionosfer. Penelitian geofisika untuk mengetahui kondisi di bawah permukaan bumi melibatkan pengukuran di atas permukaan bumi dari parameter-parameter fisika yang dimiliki oleh batuan di dalam bumi. Dari pengukuran ini dapat ditafsirkan bagaimana sifat-sifat dan kondisi di bawah permukaan bumi baik itu secara vertikal maupun horisontal.
Dalam skala yang berbeda, metode geofisika dapat diterapkan secara global yaitu untuk menentukan struktur bumi, secara lokal yaitu untuk eksplorasi mineral dan pertambangan termasuk minyak bumi dan dalam skala kecil yaitu untuk aplikasi geoteknik (penentuan pondasi bangunan dll).

Di Indonesia, ilmu ini dipelajari hampir di semua perguruan tinggi negeri yang ada. Biasaya geofisika masuk ke dalam fakultasMatematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), karena memerlukan dasar-dasar ilmu fisika yang kuat, atau ada juga yang memasukkannya ke dalam bagian dari Geologi. Saat ini, baik geofisika maupun geologi hampir menjadi suatu kesatuan yang tak terpisahkan Ilmu bumi.
Beberapa contoh kajian dari geofisika bumi padat misalnya  seismologi yang mempelajari gempabumi, ilmu tentang gunungapi (Gunung Berapi) atau volcanology, geodinamikayang mempelajari dinamika pergerakan lempeng-lempeng di bumi, dan eksplorasi seismik yang digunakan dalam pencarian hidrokarbon.
Secara umum, metode geofisika dibagi menjadi dua kategori yaitu metode pasif dan aktif. Metode pasif dilakukan dengan mengukur medan alami yang dipancarkan oleh bumi. Metode aktif dilakukan dengan membuat medan gangguan kemudian mengukur respons yang dilakukan oleh bumi. Medan alami yang dimaksud disini misalnya radiasi gelombang gempa bumi, medan gravitasi bumi, medan magnetik bumi, medan listrik dan elektromagnetik bumi serta radiasi radioaktivitas bumi. Medan buatan dapat berupa ledakan dinamit, pemberian arus listrik ke dalam tanah, pengiriman sinyal radar dan lain sebagainya.
Geofisika adalah metoda yang mempelajari Bumi dan Batuan menggunakan pendekatan-pendekatan Fisika dan Matematika. Ilmu Geofisika merupakan gabungan dari konsep-konsep Ilmu Geologi dan Fisika. Ilmu geofisika memiliki cakupan yang luas, dimulai dari Fisika ujungnya pada Geologi Eksplorasi, malah mungkin masuk ke Domain Tambang dan Petroteur Engineer, Domain yang termasuk “Pure Geophysics” atau “Theoritical Geophysics”, digeluti pada bidang Ilmu Fisika, Ilmu Geofisika yang mempelajari bumi secara umum juga disebut Global geophysics yang mengamati dan menganalisa bumi, interior, gempa, dll, diketahui di bidang lain “Solid Eart Geophysics”. Aplikasi geofiisika unutk eksplorasi disebut Eksploration Geophysics, atau Geofisika eksplorasi atau Geofisika terapan.

Bumi sebagai tembat tingal manusia secara alami menyediankan sumberdaya alam yang berlimpaKekayaan sumberdaya alam Indonesia sangat melimpa. kita sebagai generasi penerus bangsa untuk harus berupaya untuk dapat memanfaatkan sumberdaya yang ada untuk kesejahtraan bangsa.Keterbatasan ilmu untuk mengolah sumberdaya alam tersebut menjadi kendala untuk melangkah lebih lanjut. Sehingga kita merasa perlu untuk mempelajari cara atau metode untuk mengungkap suatu informasi yang terdapat di dalam perut bumi. Salah satu cara atau metode untuk memperoleh informasi tersebut dengan menggunakan metode survei geofisika. Metode tersebut merupakan salah satu cabang ilmu fisika yang mempelajari bidang bumi khususnya perut bumi berdasarkan konsep fisika. Survei geofisika yang sering dilakukan selama ini antara lain Metode gravitasi (gayaberat), magnetik, seismik, geolistrik (resistivitas) dan elektromagnetik. Mari kita pelajari dimanakah perbedaan dan keunggulan dari tiap masing-masing metode geofisika tersebut.

1.      Metode Gravitasi (metode gayaberat)
Dilakukan untuk menyelidiki keadaan bawah permukaan berdasarkan perbedaan rapat masa cebakan mineral dari daerah sekeliling (r=gram/cm3). Metode ini adalah metode geofisika yang sensitive terhadap perubahan vertikal, oleh karena itu metode ini disukai untuk mempelajari kontak intrusi, batuan dasar, struktur geologi, endapan sungai purba, lubang di dalam masa batuan, shaff terpendam dan lain-lain. Eksplorasi biasanya dilakukan dalam bentuk kisi atau lintasan penampang. Perpisahan anomali akibat rapat masa dari kedalaman berbeda dilakukan dengan menggunakan filter matematis atau filter geofisika. Di pasaran sekarang didapat alat gravimeter dengan ketelitian sangat tinggi (mgal), dengan demikian anomali kecil dapat dianalisa. Hanya saja metode penguluran data, harus dilakukan dengan sangat teliti untuk mendapatkan hasil yang akurat.
Pengukuran ini dapat dilakukan dipermukaan bumi, di kapal maupun diudara. Dalam metode ini yang dipelajari adalah variasi medan gravitasi akibat variasi rapat massa batuan di bawah permukaan sehingga dalam pelaksanaannya yang diselidiki adalah perbedaan medan gravitasi dari suatu titik observasi terhadap titik observasi lainnya. Metode gravitasi umumnya digunakan dalam eksplorasi jebakan minyak (oil trap). Disamping itu metode ini juga banyak dipakai dalam eksplorasi mineral dan lainnya. Prinsip pada metode ini mempunyai kemampuan dalam membedakan rapat massa suatu material terhadap lingkungan sekitarnya. Dengan demikian struktur bawah permukaan dapat diketahui. Pengetahuan tentang struktur bawah permukaan ini penting untuk perencanaan langkah-langkah eksplorasi baik minyak maupun meneral lainnya.

2.      Metode Magnetik
Dilakukan berdasarkan pengukuran anomaly geomagnet yang diakibatkan oleh perbedaan kontras suseptibilitas, atau permeabilitas magnetik tubuh cebakan dari daerah sekelilingnya. Perbedaan permeabilitas relatif itu diakibatkan oleh perbadaan distribusi mineral ferromagnetic, paramagnetic, diamagnetic. Metode ini sensitive terhadap perubahan vertical, umumnya digunakan untuk mempelajari tubuh intrusi, batuan dasar, urat hydrothermal yang kaya akan mineral ferromagnetic, struktur geologi. Dan metode ini juga sangat disukai pada studi geothermal karena mineral-mineral ferromagnetic akan kehilangan sifat kemagnetannya bila dipanasi mendekati temperatur Curie oleh karena itu digunakan untuk mempelajari daerah yang dicurigai mempunyai potansi Geothermal.
Metode eksplorasi disukai karena data acquitsition dan data proceding dilakukan tidak serumit metoda gaya berat. Penggunaan filter matematis umum dilakukan untuk memisahkan anomaly berdasarkan panjang gelombang maupun kedalaman sumber anomaly magnetic yang ingin diselidiki. Di pasaran banyak ditawarkan alat geomagnet dengan sensitifitas yang tinggi seperti potongan PROTON MAGNETOMETER dan lain-lain. Metode magnetik didasarkan pada pengukuran variasi intensitas medan magnetik di permukaan bumi yang disebabkan oleh adanya variasi distribusi benda termagnetisasi di bawah permukaan bumi. Variasi yang terukur (anomali) berada dalam latar belakang medan yang relatif besar. Variasi intensitas medan magnetik yang terukur kemudian ditafsirkan dalam bentuk distribusi bahan magnetik di bawah permukaan, yang kemudian dijadikan dasar bagi pendugaan keadaan geologi yang mungkin. Metode magnetik memiliki kesamaan latar belakang fisika dengan metode gravitasi, kedua metode sama-sama berdasarkan kepada teori potensial, sehngga keduanya sering disebut sebagai metoda potensial. Namun demikian, ditinjau dari segi besaran fisika yang terlibat, keduanya mempunyai perbedaan yang mendasar. Dalam magnetik harus mempertimbangkan variasi arah dan besar vektor magnetisasi. sedangkan dalam gravitasi hanya ditinjau variasi besar vektor percepatan gravitasi. Data pengamatan magnetik lebih menunjukan sifat residual yang kompleks. Dengan demikian, metode magnetik memiliki variasi terhadap waktu jauh lebih besar. Pengukuran intensitas medan magnetik bisa dilakukan melalui darat, laut dan udara. Metode magnetik sering digunakan dalam eksplorasi pendahuluan minyak bumi, panas bumi, dan batuan mineral serta serta bisa diterapkan pada pencarian prospeksi benda-benda arkeologi.

3.      Metode Seismik
Merupakan salah satu metoda geofisika yang digunakan untuk eskplorasi sumber daya alam dan mineral yang ada di bawah permukaan bumi dengan bantuan gelombang seismik. Eksplorasi seismik atau eksplorasi dengan menggunakan metode seismik banyak dipakai oleh perusahaan-perusahaan minyak untuk melakukan pemetaan struktur di bawah permukaan bumi untuk bisa melihat kemungkinan adanya jebakan-jebakan minyak berdasarkan interpretasi dari penampang seismiknya.Dalam metoda seismik pengukuran dilakukan dengan menggunakan sumber seismik (ledakan, vibroseis dll). Setelah sumber diberikan maka akan terjadi gerakan gelombang di dalam medium (tanah/batuan) yang memenuhi hukum-hukum elastisitas ke segala arah dan mengalami pemantulan ataupun pembiasan akibat munculnya perbedaan kecepatan. Kemudian, pada suatu jarak tertentu, gerakan partikel tersebut di rekam sebagai fungsi waktu. Berdasar data rekaman inilah dapat ‘diperkirakan’ bentuk lapisan/struktur di dalam tanah (batuan)
metode seismik didasarkan pada gelombang yang menjalar baik refleksi maupun refraksi. Ada beberapa anggapan mengenai medium dan gelombang dinyatakan sebagai berikut :
Anggapan yang dipakai untuk medium bawah permukaan bumi antara lain :
Medium bumi dianggap berlapis-lapis dan tiap lapisan menjalarkan gelombang seismik dengan kecepatan berbeda. Makin bertambahnya kedalaman batuan lapisan bumi makin kompak.

Anggapan yang dipakai untuk penjalaran gelombang seismik adalah :
Panjang gelombang seismik << ketebalan lapisan bumi. Hal ini memungkinkan setiap lapisan bumi akan terditeksi. Gelombang seismik dipandang sebagai sinar seismik yang memenuhi hukum Snellius dan prinsip Huygens. Pada batas antar lapisan, gelombang seismik menjalar dengan kecepatan gelombang pada lapisan di bawahnya. Kecepatan gelombang bertambah dengan bertambahnya kedalaman.

4.      Metode Geolistrik
Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika yang mempelajari sifat aliran listrik di dalam bumi dan bagaimana cara mendeteksinya di permukaan bumi. Dalam hal ini meliputi pengukuran potensial, arus dan medan elektromagnetik yang terjadi baik secara alamiah ataupun akibat injeksi arus ke dalam bumi. Ada beberapa macam metoda geolistrik, antara lain : metode potensial diri, arus telluric, magnetoteluric, elektromagnetik, IP (Induced Polarization), resistivitas (tahanan jenis) dan lain-lain. Dalam bahasan ini dibahas khusus metode geolistrik tahanan jenis. Pada metode geolistrik tahanan jenis ini, arus listrik diinjeksikan ke dalam bumi melalui dua elektroda arus.Kemudian beda potensial yang terjadi diukur melalui dua elektroda potensial. Dari hasil pengukuran arus dan beda potensial untuk setiap jarak elektroda yang berbeda kemudian dapat diturunkan variasi harga hambatan jenis masing-masing lapisan di bawah titik ukur (sounding point). Metoda ini lebih efektif jika digunakan untuk eksplorasi yang sifatnya dangkal, jarang memberikan informasi lapisan di kedalaman lebih dari 1000 feet atau 1500 feet. Oleh karena itu metode ini jarang digunakan untuk eksplorasi munyak tetapi lebih banyak digunakan dalam bidang engineering geology seperti penentuan kedalaman batuan dasar, pencarian reservoar air, juga digunakan dalam eksplorasi geothermal.Berdasarkan letak (konfigurasi) elektroda-elektroda arus, dikenal beberapa jenis metode resistivitas tahanan jenis, antara lain :
Konfigurasi Schlumberger
Konfigurasi Wenner
Konfigurasi Dipole-dipole
Konfigurasi Pole-dipole
Konfigurasi pole-pole

5.      Metode Elektromagnetik VLF (Very Low Frequency)
Salah satu metode yang banyak digunakan dalam prospeksi geofisika adalah metode elektromagnetik. Metode elektromagnetik biasanya digunakan untuk eksplorasi benda-benda konduktif. Perubahan komponen-komponen medan akibat variasi konduktivitas dimanfaatkan untuk menentukan struktur bawah permukaan. Medan elektromagnetik yang digunakan dapat diperoleh dengan sengaja membangkitkan medan elektromagnetik di sekitar daerah observasi, pengukuran semacam ini disebut teknik pengukuran aktif. Contoh metode ini adalah Turam elektromagnetik. Metode ini kurang praktis dan daerah observasi dibatasi oleh besarnya sumber yang dibuat. Teknik pengukuran lain adalah teknik pengukuran pasif, teknik ini memanfaatkan medan elektromagnetik yang berasal dari sumber yang tidak secara sengaja dibangkitkan di sekitar daerah pengamatan. Gelombang elektromagnetik seperti ini berasal dari alam dan dari pemancar frekuensi rendah (15-30 Khz) yang digunakan untuk kepentingan navigasi kapal selam. Teknik ini lebih praktis dan mempunyai jangkauan daerah pengamatan yang luas.

B.     Geodesi
Secara garis besar definisi geodesi merupakan ilmu pengetahuan yang merupakan cabang ilmu dari matematika yang mengkaji tentang bentuk dan ukuran bumi, menentukan posisi secara teliti beserta elevasinya,jarak, dan arah tempat di permukaan bumi dalam suatu sistem referensi. Selain itu, dapat digunakan untuk menentukan gravitasi, kemagnitan bumi, dan beberapa variasi lainnya.
Seperti dijelaskan di atas, bahwa geodesi digunakan untuk berbagai kepentingan pengukuran kebumian, termasuk kepentingan pengukuran geofisika. Geofisika yang merupakan ilmu cabang dalam mempelajari mengenai kebumian. Dengan kata lain bahwa geofisika merupakan studi tentang bumi dengan menggunakan metode fisika kuantitatif, khususnya dengan seismic pantul dan bias, gravitasi, kemagnitan, kelistrikan, dan radioaktif.

DAFTAR PUSTAKA